2. Menu IP-Routes
Dst. Address 1.1.1.1
Cek Gateway pilih ping
Cek Gateway pilih ping
Cek Gateway pilih ping
Cek Gateway pilih ping
Distance 2
Berikut hasil akhirnya
buat para penyedia internet atau jaringan wifi yang masih bingung akan keluhan client yang sering
curhat kenapa usernya berkali-kali tiap beberapa jam atau hari harus login lagi.
saat keluar jaringan dan kembali lagi harus memasukkan autentikasi. ataupun jika logout harus membuka browser agar bisa di direct untuk login kembali
hal ini tidak membuat nyaman pengguna.
adapun caranya sebagai berikut
1. masuk ke winbox
2. pilih menu IP-Hotspot-server profile
3. Tambah seperti settingan di bawah ini
Mac Cookie Timeout : silahkan diisi dengan paket terlama yang anda punya , contoh diatas adalah paket terlama yang ada satu minggu atau 6 hari .
Dengan settingan seperti diatas maka user tidak akan di pusingkan lagi untuk login login kembali selama mac cokienya masih tersimpan . untuk settingan idle dan keepalive timeout anda bisa sesuaikan sendiri dengan kebutuhan anda .
idle timeout adalah ketika user sedang konek ke wifi tapi tidak ada sedikitpun aktivitas maka dia akan logout sendiri dan dengan settingan mac cookie diatas ketika dia ada aktivitas kembali akan login otomatis.
Keepalive timeout adalah ketika user tidak tersambung ke jaringan sinyal wifi anda dia akan keluar otomatis sesuai waktu yang di setting dan akan login kembali otomatis tanpa memasukkan user password ketika tersambung kembali ke sinyal wifi anda, ini juga sangat memudahkan bila anda mempunyai beberapa titik akses point yang banyak , dimanapun dia konek ke wifi tidak akan lagi diminta memasukan login user password dengan syarat network wireless anda menggunakan fitur WDS.
Setting forward ip publik ke ip local di mikrotik
disini kita akan memberikan tutorial untuk setting forwarding dari ip publik ke ip local di menu nat pada mikrotik.
banyak hal yang bisa digunakan dalam settingan ini salah satunya untuk menampilkan website ke pengguna umum agar bisa menikmati website tersebut.
langsung aja kita mulai untuk settingan sebagai berikut :
Disini kita langsung fokus ke settingan NAT.
selamat mencoba
Keepalive Timeout User Hotspot Mikrotik
Idle timeout adalah kondisi dimana user aktif akan logout otomatis dari mikrotik selama user dalam keadaan tidak terdeteksi traffic data dan perangkat user masih terhubung ke mikrotik.
Keepalive timeout adalah kondisi dimana user aktif akan logout otomatis dari mikrotik setelah user putus secara fisik dari mikrotik misalnya saat user shutdown, atau perangkat wifi user tidak menjangkau signal hotspot mikrotik.
Disini kita akan memberikan pengetahuhan sedikit tapi cukup membantu teman-teman untuk menghindari orang lain untuk meng akses mikrotik kita. hal itu dapat dilakukan menggunakan teknik ssh maupun telnet yang bisa di akses dari luar,,
adapun caranya kita dapat masuk di meu IP -> Services
disitu kita dapat mendisablekan beberapa menu untuk mengakses mikrotik kita, dan kita dapat mengaktifkan winbox untuk mengakses mikrotik kita,,selamat mencoba
Kita disini akan memberika tutorial bagaimana mereset automatis chace dns pada mikrotik
Sebelumnya, kenapa chache dns harus di reset..? itu dikarenakan jika chacenya menumpuk terlalu banyak maka berpotensi terjadi loading dulu sebelum menampilkan alamat website yang kita inginkan.
Langsung saja ya,,
Langkah-langkahnya sebagai berikut
1. Masuk ke mikrotik teman teman
2. Pilih system – script – tambah
3. Beri nama flushdns
4. Ketik /ip dns cache flush
5. Selanjutnya pilih system – scheduler
6. Ketik flushdns pada On Event
7. Sesuaikan start time dan interval
8. Interval adalah jaran restart mau dibuat setiap brapa jam
9. Selanjutnya Ok
10. Selamat mencoba
Ketemu lagi, kali ini kita akan belajar bersama bagaimana merestart mikrotik dengan cara menjadwalkan kapan/jam berapa mikrotik akan ter restart secara otomatis,,
Merestart mikrotik sangat du butuhkan untuk merefresh mikrotik dari cache yang terlalu berlebihan, hal ini akan berpengaruh terhadap kinerja mikrotik
Langsung saja ya,, bagaimana caranya skedul/scheduler otomatis di mikrotik
1. Masuk mikrotik
2. Pilih menu system
3. Pilih menu scheduler
4. Pilih tambah, disitu terdapat beberapa pilihan
Start time (jam berapa mikrotik di restart)
Interval (setiap brapa jam/hari kita restart)
On event (dapat kita isi skript nya)
5. Disini saya ambil contoh. Kita merestart setiap jam 04.06 interval setiap jeda 1d (satu day/hari) plus kita taruh script kita /system reboot
Selamat mencoba
Setelah kita mencoba traceroute pada cmd disini kita akan mencobanya pada menu traceroute yang terdapat pada mikrotik
disini lebih detail ada beberapa keterangan, yuk langsung saja
Baca Juga
Memantau traffic melalui Mikrotik
dalam router mikrotik kita dapat menggunakan beberapa fungsi, salah satunya fungsi untuk mengetahui traffic penggunaan bandwith, jika kita ingin mengetahui trafik siapa yang memakai bandwith dalam jaringan kita, kita dapat menggunakan menu yang terdapat pada mikrotik
kita dapat memantau semua user yang menggunakan jaringan kita,
Bagaimana caranya
kita dapat masuk ke menu Tools – Torch berikut initampilan menu torch:
1. Mode Alignment Only
Biasa digunakan untuk membantu pada saat pointing dengan indikator beeper/buzzer pada RouterBoard. Contohnya, bisa ditambahkan sebuah script dimana pada saat mendapat sinyal bagus maka beeper akan berbunyi.
2. Mode Ap-Bridge
Mode ini menjadikan interface wireless sebagai access point dengan banyak client. Mode ini biasa digunakan untuk koneksi wireless PTMP (Point To Multipoint). Mode ini bisa dikombinasikan dengan setting Routing maupun Bridging. Untuk menggunakan mode ap-bridge ini routerboard minimal harus memiliki lisensi level 4.
3. Mode Bridge
Mode ini juga menfungsikan wireless mikrotik sebagai access point, akan tetapi hanay bisa menghandle/terkoneksi dengan 1 client, cocok untuk koneksi wireless PTP (Point To Point). Untuk menggunakan mode ini, routerboard cukup memiliki lisensi level 3. Misalnya produk SXT-5HnD, yang memiliki lisensi level 3. Kita bisa membuat koneksi point-to-point dengan 2 buah SXT-5HnD. Mode ini juga bisa dikombinasikan dengan setting Routing maupun Bridging.
4. Mode Station
Mode Station, untuk memfungsikan wireless sebagai wireless client pada topologi PTP maupun PTMP. Mode station ini hanya bisa digunakan untuk membentuk jaringan yang sifatnya routing, bukan bridge network. Mode ini merupakan mode yg paling efisien jika pada sisi wireless client/station tidak membutuhkan bridging. Nah jika anda membutuhkan setting bridging, mode selanjutnya mungkin akan jadi alternatif yang menarik.
5. Mode Station-WDS
Mode Station-wds , untuk memfungsikan wireless sebagai client dari sebuah akses point yang mengaktifkan protocol WDS. Kekurangan dr protocol WDS sendiri adalah terjadinya penurunan throughput wireless hingga 50%. Perlu diketahui, WDS pada sebuah vendor belum tentu compatible dengan WDS dari vendor lain. Begitu juga dengan WDS pada Mikrotik.
6. Mode Station-Bridge
Selain menggunakan WDS, sebagai alternatif bisa juga menggunakan mode Station-bridge. Mode Station-bridge ini digunakan untuk memfungsikan wireless interface menjadi Client dan support untuk bridge network, akan tetapi mode Station-Bridge hanya compatible dengan perangkat Akses Point Mikrotik saja. Lantas bagaimana jika AP tidak menggunakan Mikrotik? Mode-mode berikutnya bisa menjadi solusi.
7. Mode Station-Pseudobridge
Merupakan pengembangan dari mode=station standard. Sama-sama menjadikan wireless sebagai Client, jika pada mode=station tidak support untuk bridging, pada mode Station-pseudobridge support untuk membangun bridge network. Dalam penggunaan mode ini terdapat konsekuensi, dimana untuk bridging layer-2 nya tidak bisa dilakukan secara penuh. Dalam artian mac address dari perangkat yang terkoneksi dibawah wireless client (PC end user) tidak terbaca pada sisi AP.
8. Mode Station-Pseudobridge-Clone
Mode Station-pseudobridge-clone ,sama dengan mode=station-pseudobridge dengan sedikit tambahan. Fitur tambahan yg ada pada mode=station-pseudobridge-clone adalah bisa melakukan cloning MAC Address. Umumnya pada sebuah link wireless, yg terbaca pada sisi AP adalah MAC-Address dari interface wireless client. Tetapi jika menggunakan station pseudobridge-clone, yg terbaca adalah MAC Address dari perangkat yg terhubung ke Station (end-user). Secara default,yg terbaca adalah MAC-Address pada frame header yang pertama diteruskan, bisa diubah pada “station-bridge-clone-mac”. Kedua mode station tersebut compatible dengan perangkat akses point Mikrotik maupun yang bukan Mikrotik. Selain mode AP dan Client wireless yang kita bahas sebelumnya, ada juga mode wireless Mikrotik yang berfungsi khusus.
9. Mode WDS Slave
Mode ini memfungsikan wireless kita sebagai repeater. Wireless bisa berfungsi sebagai station dari AP yang lain sekaligus berfungsi sebagai akses point untuk perangkat wireless lainnya. Mode WDS Slave juga bisa digunakan untuk membangun bridge maupun routing network.
10. Mode Nstreme-Dual-Slave
Mode wireless yang digunakan untuk mengaktifkan wireless full duplex. Mode ini merupakan wireless proprietary Mikrotik yg bisa menjadikan link wireless anda menjadi full duplex. Mode ini membutuhkan 2 wireless card dan 2 antenna pada masing-masing wireless router Mikrotik.
Artikel ini dikutip dari mikrotik.co.id
Disini kita akan membahan apa itu TX/RX Signal Strenght (dbm), apa itu Nois Floor, apa itu CCQ dan apa itu Signal to Noise Ration (SNR)
- TX/RX Signal Strenght (dbm)
Tx/Rx Signal strenght adalah kekuatan signal transmit yang di kirim dan di terima oleh radio. Semakin signal dibawah 0 maka semakin kuat signal tersebut
- Noise Floor
Noise Floor adalah besaran noise atau besaran gangguan frequensi, jika nilai mendekati -100 maka semakin bagus signal tersebut, jika mendekati nilai 0 maka semakin besar gangguan sinyal.
- CCQ
CCQ atau Client Connection Quality yaitu efektivitas bandwith yang di tunjukkan melalui angka dalam bentuk persen, hal ini sebagai patokan pointing suatu backbone, apakah sudah pas atau belum kita menembak antena server kita dengan client dalam pointing suatu jaringan cukup menguras tenaga, dikarenakan kita harus menemukan titik yang pas dalam penggeseran antena kita. Walaupun kita mendapatkan nilai CCQ 100A% Naik turunnya CCQ dapat menjadikan interfensi. Hal ini juga berlaku pada sinyal wifi
- Signal to Noise Ration (SNR)
Pengertian Signal to Noise Ratio atau biasanya disingkat dengan SNR atau S/N Ratio adalah ukuran yang digunakan untuk membandingkan tingkat Sinyal yang diinginkan dengan tingkat Kebisingan atau Noise yang tidak diinginkan yang diambil dari latar belakang. Dengan kata lain, Signal to Noise Ratio ini juga dapat didefinisikan sebagai rasio daya sinyal terhadap daya noise yang dinyatakan dalam satuan decibel (dB). Dalam bahasa Indonesia, Signal to Noise Ratio ini juga sering diterjemahkan menjadi Rasio Sinyal terhadap Noise.
Perhitungan SNR dapat di hitung dari
SNR= Sinyal-Noise
SNR=-45-(-104)
SNR= 59
Baca Juga :
Cara Downgrade ionic 4 dan 5 ke ionic 3
Ionic Part 2 Menambah platform
the ink absorber is almost full
3. Double klik Wlan 1 => Wireless => setting menjadi bridge => (saya disini menggunakan channel, frequency dan SSID sesuai yang ada di gambar) kita bebas menentukan hal ini. Setelah itu OK
5. Selanjutnya pilih IP => Address list => New Address => (disini saya menggunakan ip 10.10.10.1/27 di wlan1) kemudian Ok
6. Selanjutnya pilih IP => Address list => New Address => (disini saya menggunakan ip 10.10.10.1/27 di Ether1) kemudian Ok
9. Kita masuk di Interface => wlan1 => wireless => sesuaikan settingan seperti di gambar =>selanjutnya pilih scan
10. akan keluar seperti yang ada di gambar, selanjutnya start. jika sudah keluar SSID yang kita setting pada settingan awal tadi, pilih dan connect.
12. Selanjutnya pilih IP => Address List => tambah (disini saya menggunakan IP 10.10.10.2/27 Wlan 1)Baca Juga :
Cara Downgrade ionic 4 dan 5 ke ionic 3
Ionic Part 2 Menambah platform
the ink absorber is almost full
7. Untuk meng-aktifkan centang cookie=untuk menon aktifkan hilangkan centang cookie