Tampilkan postingan dengan label General. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label General. Tampilkan semua postingan

Kamis, 26 Desember 2024

Aplikasi di tolak saat upload di playstore

 Sesuai dengan kebijakan Fungsi, Konten, dan Pengalaman Pengguna, aplikasi Anda belum memenuhi satu atau beberapa persyaratan berikut: Aplikasi Anda bersifat statis dan tidak berisi fungsi khusus aplikasi. google developer

 



Pemberitahuan ini menunjukkan bahwa aplikasi Anda dinilai sebagai "statis" oleh Google, yang berarti aplikasi tersebut mungkin hanya berisi konten dasar atau tidak memberikan pengalaman interaktif yang cukup untuk pengguna. Google Play memiliki kebijakan ketat untuk memastikan aplikasi di platformnya memberikan nilai atau fungsi yang memadai.

Berikut adalah langkah-langkah untuk memperbaiki masalah tersebut:
1. Perbaiki Fungsi dan Interaktivitas
  • Tambahkan Fitur Interaktif: Pastikan aplikasi Anda memiliki fitur yang memungkinkan pengguna berinteraksi, seperti formulir, kalkulator, atau fitur berbasis data.
  • Integrasi API atau Layanan: Jika memungkinkan, tambahkan integrasi dengan layanan pihak ketiga seperti peta, pembayaran, atau autentikasi pengguna.
  • Fokus pada Fungsi Utama Aplikasi: Jangan hanya menampilkan informasi statis seperti halaman web. Pastikan aplikasi menyelesaikan masalah spesifik atau kebutuhan pengguna.

2. Perbaiki Desain dan Navigasi

  • Navigasi yang Jelas: Pastikan aplikasi memiliki menu atau tab navigasi yang terorganisir dengan baik.
  • Desain Responsif: Gunakan elemen desain yang memperbaiki pengalaman pengguna, seperti tombol, daftar drop-down, atau carousel gambar.

3. Tambahkan Konten Dinamis

  • Konten yang Diperbarui Secara Berkala: Integrasikan berita, notifikasi, atau pembaruan konten yang relevan dengan tema aplikasi.
  • Penggunaan Database atau Backend: Jika aplikasi memerlukan data, gunakan backend untuk menyimpan dan menampilkan data dinamis.

4. Periksa Ulang Deskripsi dan Metadata

  • Jelaskan Fungsi Aplikasi: Di Google Play Console, periksa deskripsi aplikasi Anda. Pastikan Anda menjelaskan dengan detail fitur-fitur unik yang dimiliki.
  • Screenshot dan Video: Pastikan screenshot dan video di halaman aplikasi mencerminkan fitur interaktif atau fungsi aplikasi yang relevan.

5. Pengujian dan Ulasan

  • Minta Masukan Pengguna: Sebelum mengajukan ulang, minta beberapa pengguna untuk mencoba aplikasi Anda dan berikan masukan.
  • Uji di Perangkat Berbeda: Pastikan aplikasi berfungsi dengan baik di berbagai perangkat Android.

6. Ajukan Ulang dengan Penjelasan

Setelah memperbaiki aplikasi, ajukan ulang ke Google dengan memberikan penjelasan singkat melalui formulir atau email, jika tersedia. Jelaskan bahwa aplikasi Anda telah diperbaiki sesuai panduan kebijakan.

 

Kamis, 18 April 2024

Pengertian Mode lock/kunci pada wait type sql server



Mode kunci yang dihasilkan setelah eskalasi:


0=NULL - Kompatibel dengan semua mode kunci lainnya (LCK_M_NL)

1=Kunci stabilitas skema (LCK_M_SCH_S)

2=Kunci Modifikasi Skema (LCK_M_SCH_M)

3=Kunci Bersama (LCK_M_S)

4=Perbarui Kunci (LCK_M_U)

5=Kunci Eksklusif (LCK_M_X)

6=Kunci Bersama Niat (LCK_M_IS)

7=Kunci Pembaruan Niat (LCK_M_IU)

8=Kunci Eksklusif Niat (LCK_M_IX)

9=Dibagikan dengan niat untuk Memperbarui (LCK_M_SIU)

10=Dibagikan dengan Intent Exclusive (LCK_M_SIX)

11=Perbarui dengan Intent Exclusive (LCK_M_UIX)

12=Kunci Pembaruan Massal (LCK_M_BU)

13=Rentang kunci Bersama/Bersama (LCK_M_RS_S)

14=Rentang kunci Bersama/Pembaruan (LCK_M_RS_U)

15=Rentang Kunci Sisipkan NULL (LCK_M_RI_NL)

16=Rentang Kunci Sisipkan Bersama (LCK_M_RI_S)

17=Pembaruan Sisipkan Rentang Kunci (LCK_M_RI_U)

18=Rentang Kunci Sisipkan Eksklusif (LCK_M_RI_X)

19=Rentang Kunci Bersama Eksklusif (LCK_M_RX_S)

20=Pembaruan Eksklusif Rentang Kunci (LCK_M_RX_U)

21=Key Range Eksklusif (LCK_M_RX_X)

Selasa, 05 Desember 2023

Support versi Node js dan Angular

 terkadang kita kelulitan untuk menentukan versi angular dan node js agar compatible sehingga kita kesulitan untuk memulai pembuatan project. dibawah ini seri-seri node js dan angular 


Kamis, 16 September 2021

Ukuran Resolusi Vidio

Ukuran Resolusi Video 

Ukuran resolusi sebuah vidio sekarang semakin berkembang, adapun ukuran yang ada saat ini yaitu :


1. Resolusi  video 352 x 240 , biasa dipakai untuk resolusi VCD

2. Standard Definition resolusi video 720 x 480

3. High Definition resolusi video (HDTV)

        HD resolusinya 1280 x 720

        Full HD resolusinya  1920 x 1080

4. Ulta High Definition (UHDTV)

        4K UHD resolusinya 3840 x 2160

        8K UHD resolusinya 7680 x 4320

5. DCI (Digital Cinema )

        2K (2048 x 1080)

        4K (4096 x 2160)


Untuk resolusi tersebut juga dibagi lagi rasionya apakah 4:3 atau 16:9.

Jadi kita bisa menemukan penyebutan Full HD dengan resolusi 1920 x 1080 atau 1920 x 1440 karena ratio outputnya.


Selasa, 23 Februari 2021

Traceroute pada Mikrotik

Setelah kita mencoba traceroute pada cmd disini kita akan mencobanya pada menu traceroute yang terdapat pada mikrotik


disini lebih detail ada beberapa keterangan, yuk langsung saja

  1. masuk pada mikrotik anda
  2. pilih menu Tool
  3. pilih traceroute 
  4. keting alamat yang akan kita test (disini kita mencoba 8.8.8.8)
  5. setelah itu start


Baca Juga

Traceroute dengan cmd

Cara traceroute di cmd

traceroute di cmd, teman teman pasti cukup asing dengan traceroute di cmd

apa sih traceroute, traceroute  dapat kita artikan jalur dimana browser kita membuka tampilan alamat yang di tampilkan

saat kita membuka google.com permintaan itu akan di olah di beberapa server sebelum di kirim lagi ke komputer anda kita dapat mengetahui server mana saja yang mengolah permintaan anda sebelum tampil di browser anda

kita ambil contoh satu ya

di bawah ini ada gambar traceroute ke 8.8.8.8

disini ada beberapa server yang mengolah permintaan anda,,



caranya

  1. Masuk run
  2. Ketik CMD
  3. Ketik tracert 8.8.8.8 (sesuai keingingan)


Baca Juga :

Jumat, 12 Februari 2021

Kenapa estimasi youtube belum masuk ke adsense

 Banyak dari kita yg bertanya-tanya.. 

Kenapa uang youtube tidak sesuai dengan adsense

Kenapa estimasi youtube belum masuk ke adsense? 

Kenapa sampai saat ini belum masuk ke adsense? 

Jika akun teman-teman aman dari pelanggaran atau kedalahan adsense/youtube jangan khawatir.. 


Memang terdapat beberapa perbedaan di adsense, akumulai pendapatan bulanan adsense tergantung media apa yg kita buat.. 


Jika teman teman menggunakan media blog dan admob pendapatan akan keluar diakumulasikan tanggal 3. 


gaji jika teman-teman dengan media youtube maka akan di akumulasikan pada tanggal 11. 


Tapi jangan khawatir kalau tgl 11 kitaasih belum keluar sabar sampai tgl  12  karena waktu indonesia berbeda dengan waktu amerika



Setelah itu, kita bisa mencairkan dana adsense kita pada tanggal 25-30..tapi sebelimnya harus sudah memenuhi minimal pendapatan yg sudah di akumulasikan pada tanggal 11 tadi ya..sabar ya teman-teman

Semoga sedikit membantu menenangkan hati.. Hehe

Jumat, 27 November 2020

Mode Wireless di Mikrotik


1. Mode Alignment Only

Biasa digunakan untuk membantu pada saat pointing dengan indikator beeper/buzzer pada RouterBoard. Contohnya, bisa ditambahkan sebuah script dimana pada saat mendapat sinyal bagus maka beeper akan berbunyi.


2. Mode Ap-Bridge

Mode ini menjadikan interface wireless sebagai access point dengan banyak client. Mode ini biasa digunakan untuk koneksi wireless PTMP (Point To Multipoint). Mode ini bisa dikombinasikan dengan setting Routing maupun Bridging. Untuk menggunakan mode ap-bridge ini routerboard minimal harus memiliki lisensi level 4.


3. Mode Bridge

Mode ini juga menfungsikan wireless mikrotik sebagai access point, akan tetapi hanay bisa menghandle/terkoneksi dengan 1 client, cocok untuk koneksi wireless PTP (Point To Point). Untuk menggunakan mode ini, routerboard cukup memiliki lisensi level 3. Misalnya produk SXT-5HnD, yang memiliki lisensi level 3. Kita bisa membuat koneksi point-to-point dengan 2 buah SXT-5HnD. Mode ini juga bisa dikombinasikan dengan setting Routing maupun Bridging.


4. Mode Station

Mode Station, untuk memfungsikan wireless sebagai wireless client pada topologi PTP maupun PTMP. Mode station ini hanya bisa digunakan untuk membentuk jaringan yang sifatnya routing, bukan bridge network. Mode ini merupakan mode yg paling efisien jika pada sisi wireless client/station tidak membutuhkan bridging. Nah jika anda membutuhkan setting bridging, mode selanjutnya mungkin akan jadi alternatif yang menarik.


5. Mode Station-WDS

Mode Station-wds , untuk memfungsikan wireless sebagai client dari sebuah akses point yang mengaktifkan protocol WDS. Kekurangan dr protocol WDS sendiri adalah terjadinya penurunan throughput wireless hingga 50%. Perlu diketahui, WDS pada sebuah vendor belum tentu compatible dengan WDS dari vendor lain. Begitu juga dengan WDS pada Mikrotik.


6. Mode Station-Bridge

Selain menggunakan WDS, sebagai alternatif bisa juga menggunakan mode Station-bridge. Mode Station-bridge ini digunakan untuk memfungsikan wireless interface menjadi Client dan support untuk bridge network, akan tetapi mode Station-Bridge hanya compatible dengan perangkat Akses Point Mikrotik saja. Lantas bagaimana jika AP tidak menggunakan Mikrotik? Mode-mode berikutnya bisa menjadi solusi.


7. Mode Station-Pseudobridge

Merupakan pengembangan dari mode=station standard. Sama-sama menjadikan wireless sebagai Client, jika pada mode=station tidak support untuk bridging, pada mode Station-pseudobridge support untuk membangun bridge network. Dalam penggunaan mode ini terdapat konsekuensi, dimana untuk bridging layer-2 nya tidak bisa dilakukan secara penuh. Dalam artian mac address dari perangkat yang terkoneksi dibawah wireless client (PC end user) tidak terbaca pada sisi AP.


8. Mode Station-Pseudobridge-Clone

Mode Station-pseudobridge-clone ,sama dengan mode=station-pseudobridge dengan sedikit tambahan. Fitur tambahan yg ada pada mode=station-pseudobridge-clone adalah bisa melakukan cloning MAC Address. Umumnya pada sebuah link wireless, yg terbaca pada sisi AP adalah MAC-Address dari interface wireless client. Tetapi jika menggunakan station pseudobridge-clone, yg terbaca adalah MAC Address dari perangkat yg terhubung ke Station (end-user). Secara default,yg terbaca adalah MAC-Address pada frame header yang pertama diteruskan, bisa diubah pada “station-bridge-clone-mac”. Kedua mode station tersebut compatible dengan perangkat akses point Mikrotik maupun yang bukan Mikrotik. Selain mode AP dan Client wireless yang kita bahas sebelumnya, ada juga mode wireless Mikrotik yang berfungsi khusus.


9. Mode WDS Slave

Mode ini memfungsikan wireless kita sebagai repeater. Wireless bisa berfungsi sebagai station dari AP yang lain sekaligus berfungsi sebagai akses point untuk perangkat wireless lainnya. Mode WDS Slave juga bisa digunakan untuk membangun bridge maupun routing network.


10. Mode Nstreme-Dual-Slave

Mode wireless yang digunakan untuk mengaktifkan wireless full duplex. Mode ini merupakan wireless proprietary Mikrotik yg bisa menjadikan link wireless anda menjadi full duplex. Mode ini membutuhkan 2 wireless card dan 2 antenna pada masing-masing wireless router Mikrotik.


Artikel ini dikutip dari  mikrotik.co.id


Rabu, 19 Agustus 2020

USER NAME DAN PASSWORD ESSET 32 new

USER NAME DAN PASSWORD ESSET 32



The keys are valid until 2020 Sep 11

Antivirus 4-8
Username                Password

TRIAL-0270709905 vdvec9bam7
TRIAL-0270708422 374hjxat7t
TRIAL-0270722367 smma7hjtu7
TRIAL-0270708422 374hjxat7t
TRIAL-0270697943 bubtebvb6k
TRIAL-0270722367 smma7hjtu7

Selasa, 11 Agustus 2020

Pengertian dan Fungsi – Fungsi Fitur Hostspot Mikrotik

Pengertian dan Fungsi – Fungsi Fitur Hostspot Mikrotik

Didalam menu mikrotik terdapat fungsi-fungsi yang sering kita gunakan untuk hotspot adapun fungsi-fungsi menu tersebut sebagai berikut:
Cara membuka menu tersebut:
Login mikrotik IP => Hotspot



1.    Server

Sebuah router bisa dibangun banyak hotspot server, dengan catatan dalam 1 interface hanya bisa untuk 1 hotspot server. Di menu ini kita bisa mengaktifkan One to One Nat / universal client. Kita bisa mengatur untuk timeout user yang belum melakukan login sehingga IP bisa dialokasikan ke user yang lain. Didalam menu server ini kita bisa menambahkan hotspot server baru, dan mengatur hotspot server yang sudah ada. Selain itu kita juga bisa membatasi jumlah MAC sama yang melakukan request akses. Hal ini berguna untuk mencegah DHCP starvation. Dalam menyeting menu ini saling terkalit dengan fungsi server profiles

2. Server Profile

Server Profile digunakan untuk menyimpan konfigurasi-konfigurasi umum dari beberapa hotspot server.
Profile ini digunakan untuk grouping beberapa hotspot server dalam satu router.
Dalam fitur ini kita dapat membuat alamat autentikasi seperti “Wifi.com” dan dapat di input di DNS SERVER
Parameter yang bisa kita gunakan untuk memodifikasi hotspot server kita antara lain
Pengaturan proxy transparent.
Pengaturan halaman HTML (Folder yang akan kita munculkan untuk index autentifikasi)
Metode Autentikasi
Pengaturan RADIUS

3. Authentication Methods

HTTP-PAP – metode autentikasi yang paling sederhana, yaitu menampilkan halaman login dan mengirimkan info login berupa plain text.
HTTP-CHAP – metode standard yang mengintegrasikan proses CHAP pada proses login.
HTTPS – menggunakan Enkripsi Protocol SSL untuk Autentikasi.
HTTP Cookie – setelah user berhasil login data cookie akan dikirimkan ke web-browser dan juga disimpan oleh router di ‘Active HTTP cookie list’ yang akan digunakan untuk autentikasi login selanjutnya.
MAC Address – metode ini akan mengautentikasi user mulai dari user tersebut muncul di ‘host-list’, dan menggunakan MAC address dari client sebagai username dan password.
Trial – User tidak memerlukan autentikasi pada periode waktu yang sudah ditentukan.

4. User

Halaman dimana parameter username, password dan profile dari user disimpan. Beberapa limitasi juga bisa ditentukan di halaman user seperti uptime-limit dan bytes-in/bytes-out. Jika limitasi sudah tercapai maka user tersebut akan expired dan tidak dapat digunakan lagi. IP yang spesifik juga bisa ditentukan di halaman ini sehingga user akan mendapat ip yang sama.
User bisa dibatasi pada MAC-address tertentu.

5. Active

Tabel active digunakan untuk memonitoring client yang sedang aktif / terautentikasi di hotspot server kita secara realtime. Kita dapat menghapus langsung untuk memutuskan koneksi host

6. Host

Tabel host digunakan untuk memonitoring semua perangkat yang terhubung dengan hotspot server baik yang sudah login ataupun belum

Flag yang tersedia didalam tabel Host

S : User sudah ditentukan IP nya didalam IP binding

H : User menggunakan IP DHCP

D : User menggunakan IP statik

A : User sudah melakukan login / Autentikasi

P : User di bypass pada IP binding.

7. IP bindings

One-to-one NAT bisa dikonfigurasi secara static berdasarkan
Original IP Host l
Original MAC Address
Bypass host terhadap Hotspot Authentication bisa dilakukan menggunakan IP-Bindings.
Block Akses dari host tertentu (Berdasarkan Original MAC-address atau Original IP-Address) juga bisa dilakukan menggunakan IP-Bindings.

8. Service port

          Sama seperti untuk klasik NAT, HotSpot tertanam satu-ke-satu ‘istirahat’ NAT beberapa protokol yang tidak kompatibel dengan terjemahan alamat. Untuk meninggalkan protokol ini konsisten, modul penolong harus digunakan. Untuk satu-ke-satu NAT satunya modul tersebut adalah untuk protokol FTP.

9. WalledGarden

WalledGarden adalah sebuah system yang memungkinkan untuk user yang belum terautentikasi menggunakan (Bypass) beberapa resource jaringan tertentu tetapi tetap memerlukan autentikasi jika ingin menggunakan resource yang lain.

10. IP-WalledGarden list

IP-WalledGarden hampir sama seperti WalledGarden tetapi mampu melakukan bypass terhadap resource yang lebih spesifik pada protocol dan port tertentu. Biasanya digunakan untuk melakukan bypass terhadap server local yang tidak memerlukan autentikasi.

11. Cookies

Cookie dapat digunakan untuk otentikasi dalam layanan Hotspot
domain (read-only: text) – nama domain (jika berpisah dari username)
expires-in (read-only: waktu) – berapa lama cookie tersebut valid
mac-address (read-only: alamat MAC) – MAC address pengguna


Selasa, 04 Agustus 2020

MENAMBAH PENULIS DI BLOGGER

MENAMBAH PENULIS DI BLOGGER
Kita disini akan membahas bagaimana menambah penulis di blogger. hal ini berfungsi untuk membantu penulis pada satu website.
lebis jelasnya satu website bisa banyak orang penulis dengan banyak email.hal tersebut dapat di tambah penulis maksimal 100 orang,,

langsung saja ya,,
1. Login ke Blogger.
2. Di menu sebelah kiri, klik Setelan/settings lalu Dasar/Bassic.
3. Di bagian "Izin/Permission", cari "Penulis Blog/Blog Autors" lalu klik Tambahkan penulis/Add Autors.
4. Masukkan alamat email orang yang ingin Anda tambahkan.
5. Klik Undang penulis (masukkan email yang akan kita tambahkan menjadi penulis.

kita tunggu penulis yang kita undang menyetujui ajakan kita untuk menjadi penulis

selamat mencoba


Selasa, 11 Desember 2018

Menampilkan File Hidden dengan perintah Attrib

Banyak hal yang dapat di alami folder di flashdisk yang sering kita colokkan ke komputer maupun leptop...dan yang paling menyebalkan flashdisk kita terinfeksi virus hidden, flashdisk kita terlihat kosong padahal di dalamnya terdapat file-file yang mungkin berguna dan data-data penting..
untuk memastikan flashdisk kita terserang virus tersebut:
1. klik kanan pada drive (flashdisk kita)
2. Properties "jika kapasitasnya banyak dan flashdisknya kosong itu bisa saja terinfeksi virus"

langasung saja kita tampilkan file-file yang terdapat di flashdisk tersebut.

  1. Klik Start -> Run kemudian ketikkan CMD lalu tekan ENTER
  2. Pindahkan Prompt aktif ke lokasi Drive ketempat file yang di hidden, missal :
  3. File yang hilang berada pada Drive G, maka Pidahkan Prompt Aktif Anda ke Drive G dengan cara ketik G: lalu tekan Enter
  4. Setelah Prompt Anda berubah menjadi “G:\>” langsung ketik perintah attrib –r –s –h *.* /S /D (tanpa tanda petik)
  5. Cek drive yang ter infeksi tadi..


selamat mencoba..

Keterangan tambahan:

+ Untuk menambah atribut
Untuk menghilangkan atribut
R atribut Read Only
A atribut untuk archive
S atribut untuk system
H atribut hidden
/S untuk menyertakan file yang ada dalam sub folder
/D untuk menyertakan semua file dalam folder


Senin, 10 Desember 2018

Install printer Epson TM-U220 di Ubuntu

Cara Install printer Epson TM-U220 di Ubuntu
kita akan membahas bagaimana menginstall printer TM-U220.
1. download terlebih dahulu driver printer di sini terlebih dahulu
2. extrak menjadi folder tmx-cups
3. buka terminal di Ubuntu
4. masuk ke folder tempat kita mengexstrak file tersebut.
    anggap saja kita di folder download
    ketik cd Downloads
5. masuk kedalam folder tmx-cups
    diterminal ketik sudo ./install.sh
6. kemudian mengunakan gui masuk ke system setting- pilih icon printer- add
    (ikuti petunjuk gui  tinggal next next hampir sama seperti diwindows)
    pilih driver TM Impact Receipt    "khusus printer ini tidak berdasarkan nama printer yang ada"

selamat mencoba..

Sudo ./install.sh tidak bisa di UBUNTU

Permasalah yang terjadi di linux/ubuntu, kita akan kebingungan jika perintah Sudo tidak bisa.
saya pernah mengalami permasalahan seperti ini dan beberapa hari tidak bisa, tetapi ternyata ada perintah yang dapat membuat perintah Sudo dapat di gunakan, yang sebelumnya sudo tidak bisa digunakan. Alasan mengapa itu terjadi adalah karena skrip yang Anda coba jalankan membutuhkan izin yang tepat.



sebelumnya saya menggunakan Sudo ./install.sh untuk menginstall driver printer tetapi tidak bisa.
lansung saja, jika kita menghadapi sudo tidak bisa lansung saja, ketik perintah

sudo chmod a+x install.sh

selamat mencoba

Selasa, 27 November 2018

Class A /18


Address (Host or Network) Netmask (i.e. 24) Netmask for sub/supernet (optional)

10.0.0.2 / 16 move to: 18


Address     : 10.0.0.2                      00001010.00000000 .00000000.00000010
Netmask    :   255.255.0.0 = 16      11111111.11111111 .00000000.00000000
Wildcard    :  0.0.255.255               00000000.00000000 .11111111.11111111

Network    :   10.0.0.0/16           00001010.00000000 .00000000.00000000 (Class A)
Broadcast  : 10.0.255.255          00001010.00000000 .11111111.11111111
HostMin    :   10.0.0.1                00001010.00000000 .00000000.00000001
HostMax   :   10.0.255.254        00001010.00000000 .11111111.11111110
Hosts/Net  : 65534                     (Private Internet)


Subnets

Netmask    :   255.255.192.0 = 18    11111111.11111111.11 000000.00000000
Wildcard    :  0.0.63.255                   00000000.00000000.00 111111.11111111

Network    :   10.0.0.0/18           00001010.00000000.00 000000.00000000 (Class A)
Broadcast  : 10.0.63.255            00001010.00000000.00 111111.11111111
HostMin    :   10.0.0.1                00001010.00000000.00 000000.00000001
HostMax   :   10.0.63.254          00001010.00000000.00 111111.11111110
Hosts/Net  : 16382                    (Private Internet)

-------------------------------------------------------------------------------------------------------

Network    :   10.0.64.0/18         00001010.00000000.01 000000.00000000 (Class A)
Broadcast  : 10.0.127.255          00001010.00000000.01 111111.11111111
HostMin    :   10.0.64.1              00001010.00000000.01 000000.00000001
HostMax   :   10.0.127.254        00001010.00000000.01 111111.11111110
Hosts/Net  : 16382                     (Private Internet)

-------------------------------------------------------------------------------------------------------

Network    :   10.0.128.0/18       00001010.00000000.10 000000.00000000 (Class A)
Broadcast  : 10.0.191.255          00001010.00000000.10 111111.11111111
HostMin    :   10.0.128.1            00001010.00000000.10 000000.00000001
HostMax    :   10.0.191.254       00001010.00000000.10 111111.11111110
Hosts/Net   : 16382                 (Private Internet)

-------------------------------------------------------------------------------------------------------

Network    :   10.0.192.0/18       00001010.00000000.11 000000.00000000 (Class A)
Broadcast  : 10.0.255.255          00001010.00000000.11 111111.11111111
HostMin    :   10.0.192.1            00001010.00000000.11 000000.00000001
HostMax   :   10.0.255.254         00001010.00000000.11 111111.11111110
Hosts/Net  : 16382                 (Private Internet)



Subnets   :   4
Hosts       :  65528

Class B /18


Address (Host or Network) Netmask (i.e. 24) Netmask for sub/supernet (optional)

172.16.0.2 /16 move to: 18

----------------------------------------------------------------------------------------------------

Address    : 172.16.0.2                 10101100.00010000 .00000000.00000010
Netmask   : 255.255.0.0 = 16       11111111.11111111 .00000000.00000000
Wildcard   : 0.0.255.255               00000000.00000000 .11111111.11111111

Network    : 172.16.0.0/16           10101100.00010000 .00000000.00000000 (Class B)
Broadcast  : 172.16.255.255        10101100.00010000 .11111111.11111111
HostMin    : 172.16.0.1                10101100.00010000 .00000000.00000001
HostMax    : 172.16.255.254       10101100.00010000 .11111111.11111110
Hosts/Net   : 65534                      (Private Internet)


Subnets

Netmask    : 255.255.192.0 = 18    11111111.11111111.11 000000.00000000
Wildcard    : 0.0.63.255                  00000000.00000000.00 111111.11111111

Network     : 172.16.0.0/18          10101100.00010000.00 000000.00000000 (Class B)
Broadcast   : 172.16.63.255         10101100.00010000.00 111111.11111111
HostMin     : 172.16.0.1               10101100.00010000.00 000000.00000001
HostMax    : 172.16.63.254         10101100.00010000.00 111111.11111110
Hosts/Net   : 16382                      (Private Internet)

-------------------------------------------------------------------------------------------------------

Network     : 172.16.64.0/18         10101100.00010000.01 000000.00000000 (Class B)
Broadcast   : 172.16.127.255        10101100.00010000.01 111111.11111111
HostMin     : 172.16.64.1              10101100.00010000.01 000000.00000001
HostMax    : 172.16.127.254        10101100.00010000.01 111111.11111110
Hosts/Net   : 16382                      (Private Internet)

-------------------------------------------------------------------------------------------------------

Network     : 172.16.128.0/18       10101100.00010000.10 000000.00000000 (Class B)
Broadcast   : 172.16.191.255        10101100.00010000.10 111111.11111111
HostMin     : 172.16.128.1            10101100.00010000.10 000000.00000001
HostMax    : 172.16.191.254        10101100.00010000.10 111111.11111110
Hosts/Net   : 16382                      (Private Internet)

-------------------------------------------------------------------------------------------------------
Network      :   172.16.192.0/18     10101100.00010000.11 000000.00000000 (Class B)
Broadcast    : 172.16.255.255        10101100.00010000.11 111111.11111111
HostMin      :   172.16.192.1          10101100.00010000.11 000000.00000001
HostMax     :   172.16.255.254       10101100.00010000.11 111111.11111110
Hosts/Net    : 16382                        (Private Internet)



Subnets      :   4
Hosts          :  65528


Baca Juga:

IP CLASS A /18

Selasa, 06 November 2018

ALAMAT IP, DHCP SERVER, WEB SERVER & DNS SERVER

ALAMAT IP, DHCP SERVER, WEB SERVER dan DNS SERVER

IP Address. pengertian IP sudah kita bahas pada artikel yang sebelumnya klik, disini kita akan menambahi beberapa fungsi dan beberapa pengertian dari artikel yang sebelumnya..



Fungsi IP Address
1. Sebagai alat identifikasi host atau antarmuka pada jaringan.
Fungsi ini diilustrasikan seperti nama orang sebagai suatu metode untuk mengenali siapa orang tersebut. dalam jaringan komputer berlaku hal yang sama.

2. Sebagai alamat lokasi jaringan.
Fungsi ini diilustrasikan seperti alamat rumah kita yang menunjukkan lokasi kita berada. Untuk memudahkan pengiriman paket data, maka IP address memuat informasi keberadaannya. Ada rute yang harus dilalui agar data dapat sampai ke komputer yang dituju.

Format IP Address
IP address dinyatakan dalam struktur bilangan biner yang terdiri atas 32 bit dengan bentuk sebagai berikut.
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx

Contoh :
11000000000010100001111000000010

Agar kita mudah membaca IP address, maka 32 bit bilangan itu dibagi ke dalam 4 segmen yang masing-masing berisi 8 bit. Kedelapan bit itu bisa disebut oktat.
Selanjutnya, setiap oktat diterjemahkan ke dalam bilangan decimal. Misalnya:

11000000 = 192
00001010 = 10
00011110 = 30
00000010 = 2

Adapun nilai terbesar dari 8 bit adalah 11111111 atau sama dengan 225. Dengan demikian, jumlah IP address seluruhnya adalah 225 x 225 x 225 x 225.
Struktur IP address terdiri atas dua bagian yaitu bagian networkID dan hostID. NetworkID menunjukkan ID alamat jaringan tempat host-host berada, sedangkan hostID adalah bagian yang menunjukkan host itu berada. Sederhananya, networkID seperti nama jalan sedangkan hostID adalah nomor rumah dijalan tersebut.

Pengelompokan Kelas-Kelas Dalam IP Address
1) Kelas A
IP address kelas A terdiri atas 8 bit untuk network ID dan sisanya 24 bit digunakan untuk host ID, sehingga IP address kelas A digunakan untuk jaringan dengan jumlah host sangat besar. Pada bit pertama diberikan angka 0 sampai dengan 127.

Karakteristik IP Kelas A
Format : 0NNNNNNN.HHHHHHHH.HHHHHHHH.HHHHHHHH
Bit pertama : 0
NetworkID : 8 bit
HostID : 24 bit
Oktat pertama : 0 – 127
Jumlah network : 126 (untuk 0 dan 127 dicadangkan)
Rentang IP : 1.x.x.x – 126.x.x.x
Jumlah IP address : 16.777.214

Contoh :
IP address 120.31.45.18 maka :
• NetworkID = 120
• HostID = 31.45.18
Jadi, IP diatas mempunyai host dengan nomor 31.45.18 pada jaringan 120

2) Kelas B
IP address kelas B terdiri atas 16 bit untuk network ID dan sisanya 16 bit digunakan untuk host ID, sehingga IP address kelas B digunakan untuk jaringan dengan jumlah host tidak terlalu besar. Pada 2 bit pertama, diberikan angka 10.

Karakteristik IP Kelas B
Format : 10NNNNNN. NNNNNNNN.HHHHHHHH.HHHHHHHH
Bit pertama : 10
NetworkID : 16 bit
HostID : 16 bit
Oktat pertama : 128 – 191
Jumlah network : 16.384
Rentang IP : 128.1.x.x – 191.255.x.x
Jumlah IP address : 65.534

Contoh :
IP address 150.70.60.56 maka :
• NetworkID = 150.70
• HostID = 60.56
Jadi, IP diatas mempunyai host dengan nomor 60.56 pada jaringan 150.70

3) Kelas C
IP address kelas C terdiri atas 24 bit untuk network ID dan sisanya 8 bit digunakan untuk host ID, sehingga IP address kelas C digunakan untuk jaringan berukuran kecil. Kelas C biasanya digunakan untuk jaringan Local Area Network atau LAN. Pada 3 bit pertama, diberikan angka 110.

Karakteristik IP Kelas C
Format : 110NNNNN.NNNNNNNN. NNNNNNNN.HHHHHHHH
Bit pertama : 110
NetworkID : 24 bit
HostID : 8 bit
Oktat pertama : 192 – 223
Jumlah network : 2.097.152
Rentang IP : 192.0.0.x – 223.255.225.x
Jumlah IP address : 254

Contoh :
IP address 192.168.1.1 maka :
• NetworkID = 192.168.1
• HostID = 1
Jadi, IP diatas mempunyai host dengan nomor 1 pada jaringan 192.168.1
Kelas IP address lainnya adalah D dan E, namun kelas IP D dan E tersebut tidak digunakan untuk alokasi IP secara normal tetapi digunakan untuk IP multicasting dan untuk eksperimental.
Tabel : Jumlah networkID dan hostID

Kelas Antara Jumlah jaringan Jumlah Host Jaringan
A 1 s.d. 126 126 16.777.214
B 128 s.d. 191 16.384 65.534
C 192 s.d. 223 2.097.152 254

Tabel : Rentang IP address untuk setiap kelas
Kelas Alamat Awal Alamat Akhir
A XXX.0.0.1 XXX.255.255.255
B XXX.XXX.0.1 XXX.XXX.255.255
C XXX.XXX.XXX.1 XXX.XXX.XXX.255

Subnet Mask
Nilai subnet mask berfungsi untuk memisahkan network ID dengan host ID. Subnet mask diperlukan oleh TCP/IP untuk menentukan, apakah jaringan yang dimaksud adalah jaringan lokal atau nonlokal. Untuk jaringan Nonlokal berarti TCP/IP harus mengirimkan paket data melalui sebuah Router. Dengan demikian, diperlukan address mask untuk menyaring IP address dan paket data yang keluar masuk jaringan tersebut.

Network ID dan host ID didalam IP address dibedakan oleh penggunaan subnet mask. Masing-masing subnet mask menggunakan pola nomor 32-bit yang merupakan bit groups dari semua satu (1) yang menunjukkan network ID dan semua nol (0) menunjukkan host ID dari porsi IP address.

Sebagai contoh, alamat kelas B: 170.203.93.5 bilangan binernya adalah:
10101010 11001011 01011101 00000101

Subnet mask default untuk alamat kelas B adalah :
11111111 11111111 00000000 00000000

Bisa juga ditulis dalam notasi desimal :
255.255.0.0

Tabel : Subnet mask untuk internet address classes
Kelas Bit Subnet Subnet mask
A 11111111 00000000 00000000 00000000 255.0.0.0
B 11111111 11111111 00000000 00000000 255.255.0.0
C 11111111 11111111 11111111 00000000 255.255.255.0

DHCP ( DYNAMIC CONFIGURATION PROTOCOL )
Apakah yang dimaksud DHCP (Dynamic Configuration Protocol)?
DHCP adalah layanan pemberian nomor IP secara otomatis yang diberikan kepada komputer-komputer yang membutuhkan. Komputer yang memberikan IP kepada komputer yang meminta disebut dengan DHCP Server, sedangkan yang dipinjamkan sebuah nomor IP disebut dengan DHCP Client. Pada sistematis DHCP, Nomor IP yang diberikan kepada client tidaklah permanen artinya DHCP Server hanya meminjamkan nomor IP kepada Client dan apabila nomor tersebut sudah tidak diperlukan maka IP tersebut akan dikemabalikan kepada server.

Cara Kerja DHCP Server
DHCP menggunakan 4 tahapan proses untuk memberikan konfigurasi nomor IP. (Jika Client memiliki NIC lebih dari satu dan perlu no IP lebih dari satu maka proses DHCP dijalankan untuk setiap adaptor secara sendiri-sendiri)

1. IP Least Request
Client meminta nomor IP ke server (Broadcast mencari DHCP server).

2. IP Least Offer
DHCP server (bisa satu atau lebih server jika memang ada 2 atau lebih DHCP server) yang mempunyai nomor IP, memberikan penawaran ke client tersebut.

3. IP Lease Selection
Client memilih penawaran DHCP Server yang pertama diterima dan kembali melakukan broadcast dengan message menyetujui peminjaman tersebut kepada DHCP Server.

4. IP Lease Acknowledge
DHCP Server yang menang memberikan jawaban atas pesan tersebut berupa konfirmasi nomor IP dan informasi lain kepada Client dengan sebuah ACKnowledgment. Kemudian client melakukan inisialisasi dengan mengikat (binding) nomor IP tersebut dan client dapat bekerja pada jaringan tersebut. Sedangkan DHCP Server yang lain menarik tawarannya kembali.
Kelebihan DHCP Server


  1. Memudahkan dalam transfer data kepada PC client lain atau PC server. DHCP menyediakan alamat-alamat IP secara dinamis dan konfigurasi lain.
  2. DHCP memungkinkan suatu client menggunakan alamat IP yang tidal bisa dipakai oleh client yang lain.
  3. DHCP memungkinkan suatu client menggunakan satu alamat IP untuk jangka waktu tertentu dari server.
  4. Menghemat tenaga dan waktu dalam pemberian IP.
  5. Mencegah terjadinya IP conflict.
Kekurangan DHCP Server
Semua pemberian IP bergantung pada server, maka dari hal itu jika server mati maka semua komputer akan disconnect dan saling tidak terhubung.
Metode dalam konfigurasi DHCP

  1. Konfigurasi dengan range secara random otomatis IP.Pemberian IP address kepada client secara random dan dapat berubah-ubah namun masih dalam range IP address yang ditentukan.
  2. Konfigurasi dengan Fixed alamat IP address.Pemberian IP address yang sifatnya tetap value pada client yang memerlukan data MAC address.
WEB SERVER

Apakah yang dimaksud dengan Web Server ?Server web atau yang dalam bahasa inggris disebut web server adalah merupakan perangkat lunak (software) dalam server yang berfungsi untuk menerima permintaan (request) berupa halaman web melalui protokol HTTP dan atau HTTPS dari client yang lebih dikenal dengan nama browser, kemudian mengirimkan kembali (respon) hasil permintaan tersebut ke dalam bentuk halaman-halaman web yang pada umumnya berbentuk dokumen HTML.

Dari pengertian diatas, dapat disimpulkan bahwa web server merupakan pelayan (pemberi layanan) bagi web client (browser) seperti Mozilla, Chrome, Internet Explorer, Opera, Safari dan lain sebagainya, supaya browser dapat menampilkan halaman atau data yang anda minta.

Fungsi Web Server
Fungsi utama dari web server adalah untuk mentransfer atau memindahkan berkas yang diminta oleh pengguna melalui protokol komunikasi tertentu. Oleh karena itu dalam satu halaman web biasanya terdiri dari berbagai macam jenis berkas seperti gambar, video, teks, audio, file dan lain sebagainya, maka pemanfaatan web server berfungsi juga untuk mentransfer keseluruhan aspek pemberkasan dalam halaman tersebut, termasuk teks, gambar, video, audio, file dan sebagainya.

Pada saat anda ingin mengakses sebuah halaman website, biasanya anda mengetik halaman tersebut di browser seperti mozilla, chrome dan lain-lain. Setelah anda meminta (biasanya dengan menekan enter) untuk dapat mengakses halaman tersebut, browser akan melakukan permintaan ke web server. Disinilah web server berperan, web server akan mencarikan data yang diminta browser, lalu mengirimkan data tersebut ke browser atau menolaknya jika ternyata data yang diminta tidak ditemukan.

Beberapa Contoh Web Server
• Apache
• Apache Tomcat
• Microsoft Internet Information Services (IIS)
• Nginx
• Lighttpd
• Litespeed
• Zeus Web Server

Fitur-Fitur Standar Web Server
• HTTP
• Logging
• Virtual Hosting
• Pengaturan Bandwidth
• Otektifikasi
• Kompresi Konten
• HTTPS

HTTP (Hypertext Transfer Protocol) adalah protokol yang digunakan oleh web server dan web browser untuk dapat berkomunikasi antara satu sama lain. Sedangkan HTTPS (Hypertext Transfer Protocol Secure) adalah merupakan versi aman (secure) dari HTTP. Biasanya protokol HTTP menggunakan port 80 dan protokol HTTPS menggunakan port 443. Untuk mengenal dan membedakan keduanya, anda bisa lihat pada saat anda mengakses suatu halaman website apakah berwalan http:// atau https://.

Web server biasanya telah dilengkapi pula dengan mesin penerjemah bahasa skrip yang memungkinkan web server dapat menyediakan layanan situs dinamis, yaitu situs yang dapat berinteraksi dengan pengunjung dengan memanfaatkan pustaka tambahan seperti PHP dan ASP.

Cara Kerja Web Server
Sederhananya tugas web server adalah untuk menerima permintaan dari client dan mengirimkan kembali berkas yang diminta oleh client tersebut.

Seperti yang sudah saya informasikan diatas bahwa client yang dimaksud disini adalah komputer desktop yang memiliki atau telah menginstall web browser seperti Chrome, Mozilla, Opera dan lain-lain yang dapat terhubung ke web server melalui jaringan internet atau intranet.

Perangkat lunak web server terdapat pada komputer server, dan di komputer ini pula-lah data-data website tersimpan dengan rapih. Sama halnya dengan komputer client, komputer server juga harus terhubung dengan jaringan internet atau jaringan intranet untuk dapat diakses oleh client.

Pada saat client (browser) meminta data web page kepada server, maka instruksi permintaan data oleh browser tersebut akan dikemas di dalam TCP yang merupakan protokol transport dan dikirim ke alamat yang dalam hal ini merupakan protokol berikutnya yaitu Hyper Text Transfer Protocol (HTTP) dan atau Hyper Text Transfer Protocol Secure (HTTPS).Data yang diminta dari browser ke web server disebut dengan HTTP request yang kemudian akan dicarikan oleh web server di dalam komputer server. Jika ditemukan, data tersebut akan dikemas oleh web server dalam TCP dan dikirim kembali ke browser untuk ditampilkan. Data yang dikirim dari server ke browser dikenal dengan HTTP response. Jika data yang diminta oleh browser tersebut ternyata tidak ditemukan oleh web server, maka web server akan menolak permintaan tersebut dan browser akan menampilkan notifikasi error 404 atau Page Not Found.

Meskipun proses atau cara kerja web server diatas seperti sangat rumit, tapi pada prakteknya proses tersebut berlangsung dengan sangat cepat. Anda bahkan bisa sampai tidak menyadari bahwa pada saat anda meminta suatu halaman web, ternyata hal itu membutuhkan proses yang sangat panjang sampai halaman tersebut dapat anda lihat di browser anda.

DNS ( DOMAIN NAME SYSTEM)

Pengertian Domain Name System (DNS)
Beberapa pengertian mengenai Domain name system adalah sebagai berikut:

  1. Merupakan sistem database yang terdistribusi yang digunakan untuk pencarian nama komputer di jaringan yang menggunakan TCP/IP. DNS mempunyai kelebihan ukuran database yang tidak terbatas dan juga mempunyai performa yang baik.
  2. Merupakan aplikasi pelayanan di internet untuk menterjemahkan domain name ke alamat IP dan juga sebaliknya.
  3. Komputer yang terhubung dan memiliki tanggung jawab memberikan informasi zona nama domain anda, merubah nama domain menjadi alamat IP dan juga memiliki tanggung jawab terhadap distribusi email di mail server yang menyangkut dengan nama domain.
  4. Aplikasi yang membantu memetakan host name sebuah komputer ke IP address pada aplikasi yang terhubung ke Internet seperti web browser atau e-mail.

DNS dapat dianalogikan sebagai pemakaian buku telepon dimana orang yang ingin kita hubungi, berdasarkan nama untuk menghubunginya dan menekan nomor telefon berdasarkan nomor dari buku telepon tersebut. Hal ini terjadi karena komputer bekerja berdasarkan angka, dan manusia lebih cenderung bekerja berdasarkan nama.
Misalkan domain name yahoo.com mempunyai alamat IP 202.68.0.134, tentu mengingat nama komputer lebih mudah dibandingkan dengan mengingat alamat IP. Didalam DNS, sebuah name server akan memuat informasi mengenai host-host di suatu daerah/zone. Name server ini dapat mengakses server-server lainnya untuk mengambil data-data host di daerah lainnya. Name server akan menyediakan informasi bagi client yang membutuhkan, yang disebut resolvers.

Fungsi Utama Sistem DNS

  1. Menerjemahkan nama-nama host (hostnames) menjadi nomor IP (IP address) ataupun sebaliknya, sehingga nama tersebut mudah diingat oleh pengguna internet.
  2. Memberikan suatu informasi tentang suatu host ke seluruh jaringan internet. DNS memiliki keunggulan seperti:

  • Mudah, DNS sangat mudah karena user tidak lagi direpotkan untuk mengingat IP address sebuah komputer cukup host name (nama Komputer).
  • Konsisten, IP address sebuah komputer boleh berubah tapi host name tidak berubah. Contoh:

  1. oncrit.blogspot.com mempunyai IP 222.124.194.11, kemudian terjadi perubahan menjadi 222.124.194.25, maka disisi client seolah-olah tidak pernah ada kejadian bahwa telah terjadi perubahan IP.
  2. Simple, user hanya menggunakan satu nama domain untuk mencari baik di Internet maupun di Intranet.

Konsep dan Hirarki DNS
DNS adalah suatu bentuk database yang terdistribusi, dimana pengelolaan secara lokal terhadap suatu data akan segera diteruskan ke seluruh jaringan (internet) dengan menggunakan skema client-server. Suatu program yang dinamakan name server, mengandung semua segmen informasi dari database dan juga merupakan resolver bagi client-client yang berhubungan ataupun menggunakannya.

Struktur dari database DNS bisa diibaratkan dengan dengan struktur file dari sebuah sistem operasi UNIX. Seluruh database digambarkan sebagai sebuah struktur terbalik dari sebuah pohon (tree) dimana pada puncaknya disebut dengan root node. Pada setiap node dalam tree tersebut mempunyai keterangan (label) misalnya, .org, .com, .edu, .net, .id dan lain-lainnya, yang relatif rerhadap puncaknya (parent).Ini bisa diibaratkan dengan relative pathname pada sistem file UNIX,seperti direktori bin, usr, var, etc dan lain sebagainya. Pada puncak root node dalam sebuah sistem DNS dinotasikan dengan “.” atau “/” pada sistem file UNIX.

Pada setiap node juga merupakan root dari subtree, atau pada sistem file UNIX merupakan root direktori dari sebuah direktori. Hal ini pada sistem DNS disebut dengan nama domain. Pada tiap domain juga memungkinkan nama subtree dan bisa berbeda pula, hal ini disebut subdomain atau subdirektori pada sistem file UNIX. Pada bagian subdomainjuga memungkinkan adanya subtree lagi yang bisa dikelola oleh organisasi yang berbeda dengan domain utamanya.

Struktur Database DNS
Struktur DNS Domain Name Space merupakan hirarki pengelompokan domain berdasarkan nama. Domain ditentukan berdasarkan kemampuan yang ada di struktur hirarki yang disebut
level yang terdiri dari :
1. Root-Level Domains : merupakan level paling atas di hirarki yang di ekspresikan berdasarkan periode dan dilambangkan oleh “.”.
2. Top-Level Domains :berisi second-level domains dan hosts yaitu :

  • o com : organisasi komersial, seperti IBM (ibm.com).
  • o edu : institusi pendidikan, seperti U.C. Berkeley (berkeley.edu).
  • o org : organisasi non profit, Electronic Frontier Foundation (eff.org).
  • o net : organisasi networking, NSFNET (nsf.net).
  • o gov : organisasi pemerintah non militer, NASA (nasa.gov).
  • o mil : organisasi pemerintah militer, ARMY (army.mil).
  • o xx : kode negara (id:Indonesia,au:Australia)
3. Second-Level Domains : berisi domain lain yang disebut subdomain.
Contoh, oncrit.blogspot.com. Second-Level Domains oncrit.blogspot.com bisa mempunyai hosthttp://www.oncrit.blogspot.com
4. Third-Level Domains : berisi domain lain yang merupakan subdomain dari second level domain diatasnya. Contoh, ilkom.oncrit.blogspot.com. Subdomain ilkom.oncrit.blogspot.com juga mempunyai host ilkom.oncrit.blogspot.com.
5. Host Name : domain name yang digunakan dengan host name akan menciptakan fully qualified domain name (FQDN) untuk setiap komputer. Contohnya, jika terdapat http://www.oncrit.blogspot.com, www adalah hostname dan oncrit.blogspot.com adalah domain name.

DNS Zone
Terdapat dua bentuk Pemetaan DNS Zone, yaitu:

  • • Forward Lookup Zone : Melakukan pemetaan dari nama menuju IP address
  • • Reverse Lookup Zone : Melakukan pemetaan dari IP address menuju nama
Forward Lookup Zone
Cara kerja DNS tersebut dengan Forward Lookup Zone dapat kita lihat pada contoh berikut ini. Misal kita browsing di warnet, dan akan menghubungi www. oncrit.blogspot.com . Maka alur kerjanya adalah:

  1. PC kita mengontak Server DNS lokal (biasanya terletak pada jaringan ISP) untuk menanyakan IP Address unsri.ac.id.
  2. Server DNS lokal akan melihat ke dalam cache-nya.
  3. Jika data itu terdapat di dalam cache server DNS server lokal, maka server tersebut akan memberikan alamat IP tersebut ke Browser. Jika tidak, maka server tersebut mengontak server DNS di atasnya (biasanya disebut Root DNS server “.”) untuk mengetahui alamat IP dari name server yang mengelola Top Level Domain .id.
  4. Pada name server yang mengelola Top Level Domain .id, maka server akan menanyakan IP dari name server pengelola domain ac.id.
  5. Kemudian server akan mengontak name server pengelola domain ac.id, disini server akan menanyakan alamat IP dari second level Domain oncrit.blogspot.com.
  6. Setelah mendapatkan IP dari name server pengelola second level Domain oncrit.blogspot.com, Pada name server yang mengelola oncrit.blogspot.com, maka DNS server kita akan menanyakan alamat FQDN dari oncrit.blogspot.com.
  7. Setelah mendapatkan IP darihttp://www.oncrit.blogspot.com, maka server akan memberikan alamat IP tersebut ke PC yang me-request tadi, dan membuat cache terhadap alamat yang telah dicari. Sehingga jika ada permintaan lagi untuk mengakseshttp://www.oncrit.blogspot.com, maka DNS Server akan memberikan alamat yang telah disimpan didalam cache tanpa harus menghubungi server diatasnya. Jadi permintaan terhadap server diatasnya hanya jika alamat yang akan diakses belum terdapat pada cache.
  8. Setelah PC mendapatkan alamat IP darihttp://www.oncrit.blogspot.com barulah PC tadi bisa mengakses oncrit.blogspot.com

Rabu, 24 Oktober 2018

Pengertian dan Fungsi – Fungsi Fitur Hostspot Mikrotik

Pengertian dan Fungsi – Fungsi Fitur Hostspot Mikrotik



1.    Hotspot Server
  1. Didalam sebuah router bisa dibangun banyak hotspot server, dengan catatan dalam 1 interface hanya bisa untuk 1 hotspot server.
  2. Di menu ini kita bisa mengaktifkan One to One Nat / universal client.
  3. Kita bisa mengatur untuk timeout user yang belum melakukan login sehingga IP bisa dialokasikan ke user yang lain.
  4. Selain itu kita juga bisa membatasi jumlah MAC sama yang melakukan request akses. Hal ini berguna untuk mencegah DHCP starvation.

2. Hotspot Server Profile
  1. Hotspot Server Profile digunakan untuk menyimpan konfigurasi-konfigurasi umum dari beberapa hotspot server.
  2.  Profile ini digunakan untuk grouping beberapa hotspot server dalam satu router.
  3.  Parameter yang bisa kita gunakan untuk memodifikasi hotspot server kita antara lain

    • Pengaturan proxy transparent.
    • Pengaturan halaman HTML
    • Metode Autentikasi
    • Pengaturan RADIUS

3. Hotspot  Authentication Methods

  1. HTTP-PAP – metode autentikasi yang paling sederhana, yaitu menampilkan halaman login dan mengirimkan info login berupa plain text.
  2. HTTP-CHAP – metode standard yang mengintegrasikan proses CHAP pada proses login.
  3. HTTPS – menggunakan Enkripsi Protocol SSL untuk Autentikasi.
  4. HTTP Cookie – setelah user berhasil login data cookie akan dikirimkan ke web-browser dan juga disimpan oleh router di ‘Active HTTP cookie list’ yang akan digunakan untuk autentikasi login selanjutnya.
  5. MAC Address – metode ini akan mengautentikasi user mulai dari user tersebut muncul di ‘host-list’, dan menggunakan MAC address dari client sebagai username dan password.
  6. Trial – User tidak memerlukan autentikasi pada periode waktu yang sudah ditentukan.

4. HotSpot User

  1. Halaman dimana parameter username, password dan profile dari user disimpan.
  2. Beberapa limitasi juga bisa ditentukan di halaman user seperti uptime-limit dan bytes-in/bytes-out. Jika limitasi sudah tercapai maka user tersebut akan expired dan tidak dapat digunakan lagi.
  3. IP yang spesifik juga bisa ditentukan di halaman ini sehingga user akan mendapat ip yang sama.
  4. User bisa dibatasi pada MAC-address tertentu.

5. Hotspot – Active

Tabel active digunakan untuk memonitoring client yang sedang aktif / terautentikasi di hotspot server kita secara realtime.

6. Hotspot – Host

Tabel host digunakan untuk memonitoring semua perangkat yang terhubung dengan hotspot server baik yang sudah login ataupun belum

Flag yang tersedia didalam tabel Host

S : User sudah ditentukan IP nya didalam IP binding

H : User menggunakan IP DHCP

D : User menggunakan IP statik

A : User sudah melakukan login / Autentikasi

P : User di bypass pada IP binding.


7. Hotspot – IP bindings

  1. One-to-one NAT bisa dikonfigurasi secara static berdasarkan
  2. Original IP Host l
  3. Original MAC Address
  4. Bypass host terhadap Hotspot Authentication bisa dilakukan menggunakan IP-Bindings.
  5. Block Akses dari host tertentu (Berdasarkan Original MAC-address atau Original IP-Address) juga bisa dilakukan menggunakan IP-Bindings.

8. Hotspot – Service port

          Sama seperti untuk klasik NAT, HotSpot tertanam satu-ke-satu ‘istirahat’ NAT beberapa protokol yang tidak kompatibel dengan terjemahan alamat. Untuk meninggalkan protokol ini konsisten, modul penolong harus digunakan. Untuk satu-ke-satu NAT satunya modul tersebut adalah untuk protokol FTP.

9. Hotspot – WalledGarden

          WalledGarden adalah sebuah system yang memungkinkan untuk user yang belum terautentikasi menggunakan (Bypass!) beberapa resource jaringan tertentu tetapi tetap memerlukan autentikasi jika ingin menggunakan resource yang lain.

10. Hotspot – IP-WalledGarden list

          IP-WalledGarden hampir sama seperti WalledGarden tetapi mampu melakukan bypass terhadap resource yang lebih spesifik pada protocol dan port tertentu. Biasanya digunakan untuk melakukan bypass terhadap server local yang tidak memerlukan autentikasi.

11. Hotspot – Cokies

Cookie dapat digunakan untuk otentikasi dalam layanan Hotspot

domain (read-only: text) – nama domain (jika berpisah dari username)

expires-in (read-only: waktu) – berapa lama cookie tersebut valid

Sabtu, 20 Oktober 2018

Wajib Tau! Inilah 7 Perintah CMD yang Sering Digunakan oleh Hacker

Perintah CMD yang Sering Digunakan oleh Hacker

Ada baiknya kita mengenal Perintah yang ada di CMD dan memahami cara kerja serta manfaatnya. Untuk membuka Command Prompt dengan cepat, gunakan kombinasi keyboard tombol Windows+R secara bersamaan. Maka, akan terbuka kotak dialog Run. Selanjutnya, ketik CMD dan tekan enter maka CMD akan terbuka.

Berikut perintah Command Prompt yang sering digunakan hacker dalam aksinya.
1. Ping



Perintah Ping sering dipakai dalam menganalisis permasalahan di jaringan. Kegunaan utama dari Ping adalah mengecek apakah ip/domain tertentu dalam kondisi hidup atau mati. Ping sendiri mempunyai banyak parameter dan manfaat yang sering digunakan oleh hacker dan semua orang yang memahami jaringan/komputer yang terhubung ke sebuah jaringan local maupun internet. Secara default, Ping di Windows akan mengirim 4 paket, misalnya, ping x.x.x.x (x adalah alamat IP). Kamu dapat mencoba ping 8.8.8.8 milik Google atau ping www.google.com jika kamu tidak tahu IP Google.

2. Nslookup



Perintah nslookup memiliki banyak fungsi. Salah satunya adalah digunakan untuk mengetahui ip dari sebuah domain. Selain itu, nslookup sering dipakai untuk mendiagnosa permasalahan jaringan yang berhubungan dengan DNS.

Kamu bisa mengetahui alamat ip URL website dengan menulis alamat website tersebut, kamu bisa mengetahuinya dengan perintah nslookup di CMD. Misalnya, dengan mengetikkan nslookup www.Youtube.com (www.youtube.com adalah contoh situs yang ingin kamu ketahui IP-nya).

3. Tracert



Perintah tracert alias traceroute digunakan untuk melacak jalur yang dilalui paket data menuju ip/host tertentu di Internet. Perintah ini ada di berbagai perangkat jaringan baik router, wireless AP, Modem, Windows, Linux, dan server.

Walaupun tool ini ada di setiap perangkat jaringan, masing-masing nama dan parameter perintahnya sedikit berbeda. Contohnya, tracert x.x.x.x (x adalah alamat IP) atau tracert www.youtube.com.

4. ARP



Perintah ARP atau Address Resolution Protocol merupakan sebuah protokol yang bertanggung jawab mencari tahu Mac Address atau alamat hardware dari suatu host yang tergabung dalam sebuah jaringan LAN. Tentunya, dengan memanfaatkan atau berdasarkan IP Address terkonfigurasi pada host yang bersangkutan. Dalam OSI Layer, protokol ini bekerja antara Layer 2 dan Layer 3.

5. Route



Perintah route ini digunakan untuk membuat jalur baru (routing) pada komputer ke suatu jaringan, biasanya pada LAN atau WAN. Selain itu, kamu dapat mengetahui proses lalu lintas jaringan, informasi jalur host, gateway, dan network destination.

6. Ipconfig



Perintah ipconfig digunakan untuk melihat informasi jaringan atau informasi IP yang terpasang di network adapter. Sebenarnya fungsi ipconfig bukan hanya itu, masih ada beberapa fungsi lain yang sangat bermanfaat untuk mengatasi troubleshooting jaringan atau mengatur ulang jaringan, terutama yang menggunakan jaringan dengan DHCP.

7. Netstat



Perintah Netstat ini berfungsi untuk menampilkan statistik koneksi jaringan ke komputer yang sedang kamu gunakan. Netstat bisa disamakan dengan task manager. Perbedaannya, task manager menampilkan proses dan aplikasi yang sedang berjalan, sedangkan Netstat menampilkan layanan jaringan yang sedang dipakai beserta informasi tambahan seperti ip dan port-nya.

Selamat mencoba..